Foap-Little_Miss_Temper
ANAK SERING ‘TANTRUM’?
Luisa Larasati Wirawan, M.Psi., Psikolog

Hallo LB’s Moms! Seringkali kita mendengar istilah “anak tantrum”, namun apakah tantrum itu sebenarnya? Tantrum adalah suatu perilaku tidak menyenangkan dan mengganggu, atau ledakan emosional, yang biasanya ditunjukkan dengan perilaku menangis histeris.

Biasanya tantrum dialami oleh anak-anak diawali pada usia 18 bulan, dan mungkin terus terjadi hingga usia lebih besar, seperti 3-5 tahun. Seiring perkembangannya, biasanya temper tantrum ini akan berkurang karena si kecil mulai belajar meregulasi emosinya. Biasanya, temper tantrum disebabkan oleh rasa frustasi, takut, lelah, lapar, haus, ataupun overwhelmed. Orangtua dapat mengatasi temper tantrum pada si kecil dengan beberapa cara, diantaranya:

  • Kenali dulu apa penyebab utama si kecil mengalami temper tantrum dan hindari penyebab utama si kecil mengalami temper tantrum
  • Jika anak mengalami temper tantrum, jangan hukum anak. Saat tantrum si kecil sudah reda, berikan pelukan pada anak dan katakana “papa, mama senang, kamu sudah tidak tantrum lagi”
  • Yakinkan si kecil bahwa orangtua tetap menyayanginya, namun tekankan bahwa orangtua tidak menyukai perilaku tantrum tersebut.
  • Jangan jadikan tantrum sebagai ‘senjata’ anak untuk mendapatkan sesuatu. Seringkali anak tantrum di tempat umum karena tidak mendapatkan apa yang ia mau, seperti mainan atau makanan. Orangtua tentunya merasa malu atau bahkan sedikit merasa terganggu karena anak tantrum di tempat umum, sehingga memberikan apa yang si kecil inginkan , dan tentunya membuat si kecil tenang. Hal ini menunjukkan tantrum menjadi ‘senjata’ si kecil untuk mendapatkan sesuatu.
  • Lalu apa yang harus dilakukan orangtua jika anak tantrum di tempat umum? Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan ketika anak tantrum di tempat umum:

  • Alihkan si kecil dari mainan atau benda yang ia inginkan dengan kegiatan lain.
  • Bawa si kecil ke tempat tenang, lalu minta si kecil untuk menenangkan diri. Tunggu hingga si kecil tenang,
  • baru lanjutkan aktivitas. Perlu diperhatikan untuk tidak menarik atau menyeret tangan si kecil di depan umum.
  • Tetap tenang dan fokus pada si kecil. Jangan tunjukkan pada si kecil kalau orangtua tidak merasa malu atau lemah (pada situasi ini) karena hal tersebut dapat dijadikan senjata oleh si kecil untuk mendapatkan keinginannya. Jangan menyerah pada situasi ini ya moms!

  • Ketika tantrum tidak muncul, berikan penguat pada perilaku yang baik. Ucapkan terima kasih pada si kecil atas perilaku baiknya setelah melakukan kegiatan atau pergi keluar rumah. Meski demikian, tetap jangan ‘suap’ si kecil dngan hadiah karena ia akan menuntut hadiah setiap kali si kecil berperilaku baik.
  • Jadi, jika si kecil tantrum di tempat umum tentunya moms sudah mengetahui harus berbuat bagaimana dan dapat mengatasi situasi ketika si kecil tantrum.. 